Hari Hak Asasi Manusia Internasional 2025: Hak Kita, Sandaran Sehari-Hari Kita

Dalam ketidakpastian global yang meluas, sebuah tema sederhana namun mendalam muncul sebagai jawaban: Hak Asasi Manusia adalah kebutuhan pokok kita, sandaran sehari-hari yang tak tergantikan.

Setiap tanggal 10 Desember, dunia berhenti sejenak untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia Internasional (Human Rights Day). Pada tahun 2025, peringatan ini adalah lebih dari sekadar ritual tahunan; ia adalah seruan global untuk kembali ke inti dari keberadaan kita sebagai manusia, di tengah lautan tantangan yang kompleks.

Tanggal ini dipilih untuk mengenang momen bersejarah ketika Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Paris mengadopsi Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM) pada 10 Desember 1948. DUHAM, yang kini telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 500 bahasa, menetapkan untuk pertama kalinya hak-hak mendasar yang melekat pada setiap manusia tanpa terkecuali.

Pada tahun 2025, Komisioner Tinggi HAM PBB, Volker Türk, menekankan bahwa di tengah meningkatnya ketimpangan, konflik yang berkecamuk, dan darurat iklim, kita membutuhkan lebih banyak solidaritas dan hak asasi manusia.

Tema 2025: Human Rights, Our Everyday Essentials

Tema resmi Hari HAM Internasional 2025 adalah “Human Rights, Our Everyday Essentials” atau “Hak Asasi Manusia: Kebutuhan Pokok Keseharian Kita”.

Tema ini dipilih sebagai respons terhadap masa-masa turbulensi dan ketidakpastian global, di mana banyak orang merasa aman, teralienasi, dan kehilangan kepercayaan. Kampanye ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara prinsip HAM yang sering dianggap abstrak dengan pengalaman hidup sehari-hari.

Dalam kampanye ini, PBB menekankan tiga kebenaran inti tentang hak asasi manusia:

  1. POSITIF: Hak asasi manusia tidak hanya melindungi kita dari bahaya. Mereka juga membawa sukacita, kebahagiaan, dan keamanan ke dalam kehidupan sehari-hari. Hak-hak ini hidup dalam makanan yang kita makan, udara yang kita hirup, dan kata-kata yang kita ucapkan.
  2. ESENSIAL: Hak asasi manusia adalah kebutuhan dasar yang kita bagi bersama, fondasi bersama yang mempersatukan kita melampaui perbedaan ras, jenis kelamin, keyakinan, atau latar belakang. Dalam ketidakpastian, hak atas keamanan, kebebasan bersuara, dan partisipasi menjadi penopang hidup kita.
  3. DAPAT DICAPAI: Hak asasi manusia dimulai dari kita. Mereka terwujud melalui pilihan dan tindakan sehari-hari: memperlakukan orang lain dengan hormat, bersuara melawan ketidakadilan, dan mendengarkan suara-suara yang sering diabaikan.

Melalui tagar #OurEverydayRights, PBB mengajak publik global untuk berbagi cerita tentang nilai, momen, atau hak yang paling berarti dalam keseharian mereka.

Sekilas tentang Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia (DUHAM)

DUHAM bukanlah dokumen hukum yang mengikat, tetapi sebuah “standar pencapaian bersama untuk semua bangsa”. Meski begitu, pengaruhnya sangat luar biasa. Berikut adalah beberapa hak mendasar yang tercantum di dalamnya:

Hak-Hak DasarContoh Pasal dalam DUHAMManifestasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Hak Hidup, Kebebasan & KeamananPasal 3Berjalan tanpa rasa takut, mendapat perlindungan hukum.
Bebas dari PenyiksaanPasal 5Perlindungan dari perlakuan kejam oleh siapapun.
Kebebasan Berpendapat & BerekspresiPasal 19Membaca berita, mengkritik kebijakan, berekspresi di media sosial.
Standar Hidup yang LayakPasal 25Akses makanan, air bersih, perumahan, dan lingkungan sehat.
Hak atas PendidikanPasal 26Kesempatan bersekolah dan belajar sepanjang hayat.
Hak atas Pekerjaan & Upah AdilPasal 23 (dalam DUHR)Mendapatkan nafkah yang layak dan kondisi kerja yang aman.

Dokumen lengkap DUHAM dalam Bahasa Indonesia dapat diakses di situs OHCHR.

Logo dan Simbol Visual

Tidak ada satu logo resmi tunggal yang berubah setiap tahun untuk Hari HAM Internasional. Simbol yang digunakan umumnya adalah logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau logo Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB (OHCHR), sering kali dipadukan dengan elemen visual kampanye tahunan.

Refleksi dan Peringatan di Indonesia

Di Indonesia, peringatan Hari HAM 2025 tidak hanya seremonial. Pemerintah, melalui Kementerian HAM, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan HAM (Musrenbang HAM) Nasional pada 8-10 Desember 2025 di Jakarta.

Agenda ini dirancang untuk membumikan HAM melalui perencanaan strategis dan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti pemenuhan hak atas sandang, pangan, dan papan. Acara puncak peringatan akan digelar di Senayan pada 10 Desember 2025

Perayaan dan Kegiatan Global 2025

Peringatan tahun 2025 diisi dengan sejumlah acara penting yang mencerminkan tema tersebut:

  • RightsX Summit: Powering the Future of Human Rights (10-11 Desember, Jenewa): Sebuah pertemuan hibrida yang membahas kemajuan HAM melalui Kecerdasan Buatan (AI) dan Inovasi.
  • Unleashing Human Rights (9-11 Desember, Budapest): Sebuah forum untuk memajukan pendidikan HAM universal bagi, bersama, dan oleh kaum muda.

Di Indonesia, organisasi masyarakat sipil seperti KontraS juga akan menggelar acara pada 9 Desember 2025 dengan tema “Katastrofe Hak Asasi Manusia & Urgensi Politik Kewargaan”, dilengkapi diskusi publik, monolog, dan talkshow.

Bagaimana Kita Dapat Terlibat?

HAM adalah proyek bersama. Kita semua memiliki peran untuk mempertahankannya. Berikut adalah tindakan nyata yang dapat kita lakukan:

  • Refleksi dan Berbagi: Renungkan, apa “kebutuhan pokok” dalam keseharian Anda yang paling Anda hargai? Bagikan cerita Anda dengan tagar #OurEverydayRights.
  • Pilihan & Tindakan Sehari-hari: Mulailah dari hal kecil: bersikap hormat, menolak stereotip, membela yang rentan, dan mendengarkan suara yang berbeda.
  • Edukasi Diri: Pelajari lebih jauh tentang DUHAM dan hak-hak Anda. Pengetahuan adalah langkah pertama untuk memperjuangkannya.
  • Dukung Kebijakan Inklusif: Dukung kebijakan di tingkat komunitas atau nasional yang mempromosikan kesetaraan, keadilan, dan perlindungan bagi semua.

Pesan Penutup

Dalam pesannya untuk Hari HAM 2025, Volker Türk mengingatkan: “HAM adalah kompas kita di masa-masa bergolak”. Kompas itu menunjuk pada martabat, keadilan, dan kesetaraan yang melekat dalam diri setiap orang.

Pada akhirnya, Hari Hak Asasi Manusia Internasional 2025 mengajak kita untuk melihat sekeliling dan menyadari bahwa fondasi dunia yang kita idamkan—dunia yang damai, adil, dan berkelanjutan—telah tertanam dalam dokumen berusia puluhan tahun itu. Sekarang, tugas kita bersama adalah menjadikannya kenyataan hidup, setiap hari.

Apa “hak pokok” dalam keseharian Anda yang paling Anda hargai? Bagikan pemikiran Anda di kolom komentar.

Leave a Reply