SMP Negeri 23 Bandung: Mengubah Krisis Air Bersih Menjadi Inovasi dan Prestasi

Bagaimana sebuah sekolah di tengah kawasan padat penduduk berhasil menciptakan solusi inovatif atas masalah air bersih dan meraih akreditasi A?

Profil Sekolah

SMP Negeri 23 Bandung merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan Kota Bandung selama lebih dari 46 tahun. Sekolah ini secara resmi didirikan pada 3 Juli 1979 berdasarkan Surat Keputusan Pendirian Nomor 034/01/1997 . Dengan status akreditasi A (berdasarkan SK No. 1347/BAN-SM/SK/2021 tanggal 8 Desember 2021), sekolah ini menjamin penyelenggaraan pendidikan yang memenuhi standar nasional tertinggi .

Sekolah ini berlokasi di Jl. Arjuna No. 20-22, Kelurahan Ciroyom, Kecamatan Andir, Kota Bandung, di atas tanah seluas 2.646 m² yang menunjang berbagai kegiatan akademik dan non-akademik . Lokasinya yang strategis di kawasan padat penduduk membuat sekolah ini memiliki karakteristik dan tantangan yang unik.

Lambang Identitas Sekolah

Logo SMP Negeri 23 Bandung

Kepemimpinan dan Tata Kelola

SMP Negeri 23 Bandung saat ini dipimpin oleh Ibu Hilda sebagai Kepala Sekolah . Dengan jumlah 798 siswa yang terbagi dalam 403 siswa laki-laki dan 395 siswa perempuan, serta didukung oleh 38 guru profesional, sekolah ini berhasil menjaga rasio guru dan siswa yang ideal untuk proses pembelajaran yang optimal .

Pengelolaan sistem informasi dan teknologi di sekolah ini ditangani oleh Operator Weli Rihani, dengan dukungan Patoni sebagai operator pendukung, memastikan bahwa dukungan teknologi informasi berjalan dengan baik untuk menunjang proses administrasi dan pembelajaran .

Prestasi Inovasi: Penjernih Air Sederhana Karya Siswa

Alat penjernih air sederhana

Berawal dari Masalah Nyata

Salah satu prestasi paling membanggakan dari SMP Negeri 23 Bandung adalah inovasi penjernih air sederhana yang dikembangkan oleh para siswanya. Berangkat dari keprihatinan melihat krisis air bersih di sekolah yang terletak di kawasan padat penduduk, tepat berada di area pasar, terminal, serta tempat pembuangan sampah, para siswa tergerak untuk menciptakan solusi .

Kondisi air di sekolah yang bersumber dari air sumur resapan warnanya kuning dan keruh, serta berbau besi, tentu saja tidak dapat dipergunakan untuk aktivitas sehari-hari, seperti wudhu dan buang air. Melihat kondisi ini, Guru pembimbing, Amalia Sholihah menangkap keprihatinan para siswa didiknya kemudian mengajak mereka mencari solusi dengan melakukan riset mandiri .

Proses Kreatif dan Inovatif

Dari hasil penelitian, siswa menemukan bahan-bahan yang secara efektif dapat menjernihkan air, yaitu ziolit berbentuk seperti kerikil dengan ukuran kecil dan sedang, pasir aktif, arang aktif, dan filter akuarium .

Bahan-bahan ini kemudian ditakar dan disusun pada wadah yang sudah tidak terpakai, seperti botol air mineral bekas atau pipa. Dari percobaan yang dilakukan, susunan paling efektif untuk menjernihkan air adalah ziolit dengan ukuran kecil pada posisi paling bawah, dilanjutkan arang aktif, pasir aktif, lalu diisi kembali dengan ziolit berukuran sedang. Terakhir, posisi teratas dipasang filter akuarium .

Hasilnya sungguh luar biasa – ketika air tercemar dituang, air yang semula kuning, keruh, dan berbau, menjadi bening dan tidak berbau sama sekali. Air juga dapat mengalir dengan lancar, tidak mengalami penyumbatan .

Dampak dan Pengakuan

Yang membuat inovasi ini semakin istimewa adalah efektivitas biayanya. Bahan-bahan tersebut harganya terjangkau, berkisar antara tiga ribu hingga dua belas ribu rupiah, sehingga terbeli oleh siswa . Sebagai perbandingan, seperti yang diungkapkan Amalia, “Kalau kita lihat di internet harga filter itu dua juta, tidak mungkin terbeli oleh anak-anak saya yang keluarganya menengah ke bawah” .

Hasil pembelajaran STEM siswa SMP Negeri 23 Bandung ini seringkali diikutkan pada ekspos karya pelajar, baik di tingkat kota, provinsi, maupun nasional . Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa SMP Negeri 23 Bandung tidak hanya fokus pada pendidikan akademik tradisional, tetapi juga pada pengembangan keterampilan pemecahan masalah dan inovasi pada peserta didik.

Fasilitas dan Infrastruktur Pendukung

SMP Negeri 23 Bandung terus berupaya menyediakan sarana dan prasarana yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar yang modern dan efektif :

  • Ruang Kelas: 24 ruang kelas dengan kondisi bervariasi (15 baik, 4 rusak ringan, 5 rusak sedang)
  • Laboratorium: 2 laboratorium (IPA dan Komputer) untuk pendalaman sains dan teknologi
  • Perpustakaan: 1 perpustakaan untuk mendukung program literasi sekolah
  • Luas Lahan: 2.646 m² yang memadai untuk berbagai aktivitas pembelajaran
  • Akses Internet: Didukung dengan koneksi 150 Mb untuk menunjang pembelajaran berbasis teknologi
  • Sumber Listrik: Mengandalkan PLN dengan daya 11,000 watt untuk keperluan operasional sehari-hari

Kontak dan Informasi Lainnya

Untuk keperluan komunikasi, berikut adalah informasi kontak SMP Negeri 23 Bandung :

Suasana pelataran gedung sekolah smpn 23 bandung

SMP Negeri 23 Bandung telah membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk menciptakan prestasi dan inovasi. Dengan perjalanan sejarah selama lebih dari 46 tahun, sekolah ini tidak hanya berfokus pada aspek akademik tradisional tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan pemecahan masalah, dan jiwa inovasi peserta didik.

Kisah sukses penjernih air sederhana karya siswa SMP Negeri 23 Bandung menjadi inspirasi bagi banyak pihak, menunjukkan bahwa pendidikan yang berkualitas adalah yang mampu mengajarkan peserta didik untuk mengidentifikasi masalah di sekitarnya dan menciptakan solusi yang bermanfaat. Dengan terus berkomitmen pada peningkatan mutu dan inovasi pendidikan, SMP Negeri 23 Bandung siap mencetak generasi unggul yang mampu berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa.


Leave a Reply